Laptop baru dan eksplorasi GNU/Linux

Distrohopping for life

Jadi semua ini berawal di Desember 2025 mulai terjadi yang namanya kelangkaan komponen komputer yang melanda dunia disebabkan oleh produsen komponen memori mengalihkan lini produksi mereka ke peladen aka server untuk kecerdasan buatan (AI) karena lebih menguntungkan daripada memproduksi komponen untuk konsumer. Lalu kenapa peladen aka server ini tidak menggunakan memory yang biasa digunakan di komputer jadi tidak akan terjadi hal seperti ini? tentu tidak bisa, karena kecerdasan buatan sekarang membutuhkan memory yang besar untuk memproses. Sehingga diriku panik segera ingin ganti laptop sebelum harganya makin gajelas

Nah kan laptopku yang lama ini mulai obosolete alias ketinggalan jaman dengan kebutuhan komputerisasi yang makin ganas sehingga saya membeli laptop di kota sebelah. Saya pun membeli laptop merek advan tipe workpro lite yang sudah saya keluhkan soal drivernya baru - baru ini. Selepas membeli laptop itu saya pun langsung naikan ram-nya ke 16GB dengan menambah kepingan 8GB ram dari laptop lama saya, tetapi ketika saya coba nyalakan laptop-nya kok lemot sekali Windows-nya sehingga saya langsung pasang aja Debian.

Nah pas pasang Debian, dirasa kok rasa-nya masih kurang ya kalau tidak pakai Arch based. Kemudian saya menginstall CachyOS yang konon Arch tetapi lebih dioptimalisasikan. Nah setelah memasang CachyOS, pertama-nya sih puas karena ini laptop menjadi lebih ngebut daripada sebelumnya dan lebih lancar daripada Windows 11 bawaan Advan tetapi setelah sekian lama dipakai ternyata laptop ini mulai ngeglitch (artefak kayak GPU mau mati) terutama di browser gegara update kernel-nya membuat internal GPU-nya tidak terbaca dengan baik.

Masalahnya belum selesai sampai situ, ternyata steam di cachyos juga tidak membaca grafisnya. Nah saya mulai muak sehingga saya mencoba untuk menginstall Fedora. Kemudian di Fedora juga sama, awal awal enak tetapi setelah itu mulai ngeglitch juga browser-nya, nah saya iseng nih coba memasang browser versi yang unstable-nya dan masalah pun selesai. Tetapi 6 bulan kemudian, saya mendaftarkan diri di Universitas Terbuka dan kelihatanya saya butuh Windows sehingga saya pasang (cerita lengkapnya disini)

Nah selepas memasang Windows kemudian saya memasang CachyOS karena berhubung internet saya bermasalah ke mirror Fedora sehingga saya ganti distro-nya agar ketika ada update harusnya tidak bermasalah dan lancar - lancar saja. Saya kali ini mencoba helium browser dan brave origin yang keduanya merupakan versi unstable dari browsernya. Kemudian saya juga memakai niri daripada KDE karena sudah ada Windows yang cocok untuk ekosistem sekolah atau kuliahan.

Syukurlah saya sempat upgrade laptop sebelum harga-nya semakin tidak masuk di akal dan menemukan pengaturan yang sesuai dengan selera saya.